Diperkenalkan :

 Teddy- Bandung

ANALISA TEKNIKAL

Tidak seperti analisa fundamental, analisa tehnikal merupakan proses untuk menentukan pergerakan harga di masa mendatang engan melihat kondisi dan keadaan perdagangan di masa sebelumnya. Banyak cara dilakukan, baik dengan perhitungan berdasarkan pada harga rata rata, harga rata-rata berjalan, volume perdagangan, high-low-open-close, serta kombinasi dan cara yang lain lagi.
 

Biasanya dalam suatu trading platform seperti metatrader(tm) atau yang lain telah disediakan indikator-indikator umum yang sering dipakai dalam trading.

1. Dasar analisis tehnikal

Untuk melihat pergerakan harga di masa yang akan datang berdasarkan peristiwa masa lalu, dipergunakan pertimbangan yang berdasar ada tingkat harga, volume perdagangan serta time frame.
Jika harga bergerak naik, bergerak turun, atau relatif stabil, maka hal tersebut dipergunakan untuk memprediksikan bagaimana tingkat harga di masa yang akan datang.
Demikian juga jika kuantitas perdagangan meningkat, atau berkurang, atau tetap, dipergunakan untuk menentukan apakah open posisi atau tidak, serta untuk menentukan open buy atau open sell. Dengan menggunakan pergerakan harga berdasarkan jangka waktu perdagangan, baik 15 menit, 1 jam, 4 jam, harian, mingguan, maupun bulanan sebagai salah satu faktor yang dijadikan patokan dalam trading, serta hal tersebut menjadikan penentu dalam model trading baik untuk intraday, swing, medium term, maupun trading jangka panjang.


2. Model chart

Chart yang paling sering dipergunakan untuk trading dalam berbagai platform adalah model chart line, bar serta candlestick.

- line chart

Untuk bentuk line chart sangat mudah dipergunakan dalam melihat trend. Dengan melihat kecenderungan garis kearah atas, bawah atau ke samping dapat dipergunakan sebagai indikator pergerakan harga sampai terbentuk arah/tren yang baru.
 

line
 

- bar chart

Bar chart dapat menunjukkan nilai open, close, high serta low pada suatu time frame. Dengan melihat garis vertikal yang menunjukkan nilai high dan low, garis horizontal di kiri garis vertikal menunjukkan nilai open, dan garis horizontal di sebelah kanan garis vertikal menunjukkan nilai close.
 

barchart
 

- candlestick chart

Candlestick chart merupakan variasi dari bar chart dengan perbedaan pada penentuan nilai open dan close yang ditunjukkan dengan kotak. Jika kotak putih berarti nilai close lebih tinggi dari open, jika kotak hitam berarti nilai close lebih rendah dari nilai open.
 

Rangkain dan bentuk candlestick sering dipergunakan sebagai indikator akan tingkat harga selanjutnya.
Misalnya saja bentuk dragonfly, gravestone, hangingman, hammer, serta shooting star.


candle
 

3. Trend

- trend naik


uptrend
 

- trend turun


downtrend
 

- sideways


sideways

 

4. Pivot, Support dan Resistance

Pivot point merupakan suatu tehnik yang dipakai trader untuk menentukan masuk dan keluar pasar berdasarkan pada tingkat harga
 

hari sebelumnya. Data hari sebelumnya yang dipergunakan adalah High price, Low price serta Close price.
Perhitungan yang dilakukan adalah:

Pivot Point = (H + L + C)/ 3
H    = High Price (harga tertinggi hari sebelumnya)
L    = Low Price (Harga terendah hari sebelumnya)
C    = Close Price (Harga penutupan hari sebelumnya)

Penggunaan nilai pivot ini adalah dengan melihat pergerakan harga apakah harga cenderung naik atau turun menjauhi nilai pivot pada hari itu.

Metode ini disertai dengan penentuan nilai support dan resistance.

Support merupakan nilai kisaran dimana harga akan tertahan atau jika nilai support tertembus maka harga akan cenderung terus ke bawah menuju ke titik support berikutnya.


Perhitungan nilai support:
S1    = (2 * Pv)- H
S2    = Pv -(H - L)
S3    = L - 2 * (H - Pv)

S1    = Support level 1
S2    = Support level 2
S3    = Support level 3

Pv    = Pivot Point
H    = High Price (harga tertinggi hari sebelumnya)
L    = Low Price (Harga terendah hari sebelumnya)

Selain nilai support yang dijadikan patokan dalam open posisi short, maka nilai resistance merupakan nilai yang dijadikan pertimbangan dalam penentuan batas apakah harga pada saat itu akan berbalik arah turun atau terus menanjak.


Perhitungan nilai Resistance:
R1    = (2 * Pv) - L
R2    = Pv + (H - L)
R3    = H + 2 * (Pv - L)

R1    = Resistance Level 1
R2    = Resistanve Level 2
R3    = Resistanve Level 3
Pv    = Pivot Point
H    = High Price (harga tertinggi hari sebelumnya)
L    = Low Price (Harga terendah hari sebelumnya)

Ada berbagai variasi dalam penentuan nilai Pivot, Support, serta Resistance sehingga dalam perhitungan antara satu dengan yang lain dapat sedikit berbeda. Selain itu penentuan kapan hari sebelumnya juga dapat menjadi penyebab perbedaan nilai, karena selama 24 jam 5 hari seminggu pasar terus buka mengikuti perputaran pembukaan dan penutupan pada masing-masing pasar baik dari Amerika,
 

Asia, serta pasar Eropa dan kembali lagi ke pasar Amerika.

5. Analisa Fibonacci

Leonardo Fibonacci adalah seorang ahli matematika dari Italia yang hidup pada awal abad 12. Angka Fibonacci merupakan angka matematika yang merupakan urutan angka, dimana angka selanjutnya merupakan jumlah dari dua angka sebelumnya:

1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144,233...

Jika dilakukan perhitungan antar angka, hasilnya menunjukkan bahwa angka sesudahnya mendekati 1.618 kali dari angka sebelumnya atau angka sebelumnya adalah mendekati 0.618 kali angka sesudahnya.
 

Perhitungan angka inilah yang dijadikan dasar dalam perhitungan dalam trading forex.
Salah satu penggunaannya adalah untuk perhitungan Fibonacci Retracements. Penggunaannya adalah, ketika terjadi pergerakan harga yang signifikan dalam suatu peride waktu tertentu, maka akan ada kemungkinan pembalikan harga. Seberapa jauh tingkat pembalikan harga yang menjadi support atau resistance itulah yang dihitung berdasarkan pada prosentase angka fibonacci:


0.0%, 23.6%, 38,2%, 50%, 61,8%, 100%, 161,8%,261,8% dan 423,6%.


Cara yang dilakukan adalah menentukan titik awal dan titik akhir trend pergerakan harga, kemudian menarik garis berdasarkan pada prosentase dari range perbedaan harga dua titik tersebut.
 

fibonacci
 

6. Indikator Matematis Lain

Banyak sekali indikator-indikator yang sering dijadiakan acuan dalam trading, dengan berbagai keuntungan dan kerugian masing-masing. diantaranya adalah:
 

- Moving Average
- MACD
- Stochastic
- Momentum
- ROC
- CCI
- RSI
- Bollinger
- Parabolic SAR

  Home

IP Add Komputer anda :

 38.103.63.61

 

 

 

 
 
 

  Home

TrainingForex.com @ 2007